Lima Hal Kendalikan Inflasi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada tahun 2017 ditargetkan mencapai sasaran 4 plus minus 1 persen. Sementara itu, sasaran inflasi IHK pada tahun 2018 ditetapkan berada pada kisaran 3,5 plu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada tahun 2017 ditargetkan mencapai sasaran 4 plus minus 1 persen. Sementara itu, sasaran inflasi IHK pada tahun 2018 ditetapkan berada pada kisaran 3,5 plus minus 1 persen. Namun inflasi kali ini berada dalam kisaran yang rendah dan terkendali. 

Menurutnya, ada lima hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi. Pertama, percepatan pembangunan infrastruktur nasional perlu dilanjutkan. Kedua, menjaga ketersediaan pasokan pangan. Ini termasuk pengaturan produksi dan penguatan kelembagaan. Ketiga, mempercepat pembenahan dan efisiensi tata niaga pangan. Keempat,  dilakukan pengembangan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) sejalan dengan kemajuan teknologi. Dan kelima, mencermati ketepatan penentuan waktu dan harga energi domestik, agar dampak lanjutannya ke inflasi dapat diminimalkan.

Meski demikian, Agus mencatat bahwa  Indonesia saat ini memasuki era baru, yakni inflasi yang rendah dan stabil. Pada tahun 2015 dan 2016, inflasi berada pada kisaran 3 persen dan pada tahun 2017 diperkirakan berada di bawah 4 persen.

Ia menilai Era baru inflasi yang rendah dan stabil tersebut akan menyejajarkan Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan. Pasalnya, negara-negara tetangga Indonesia memiliki rata-rata inflasi di bawah 3 persen. Di sisi lain, bank sentral menargetkan inflasi berada pada kisaran 3 hingga 5 persen pada tahun 2017. Sementara itu, pada tahun 2018 inflasi akan ada di antara 2,5 hingga 4,5 persen. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita investasi keuangan inflasi