Komoditas Emas Berpegaruh Positif

Para pengamat memprediksi harga emas bakal menguat di minggu-minggu ke depan. Tren penguatan komoditas lainnya juga bereaksi positif karena kenaikan permintaan CPO Indonesia oleh sejumlah negara.

freepik

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang menyatakan bahwa komoditas yang paling bergejolak adalah emas. Setelah sempat turun hingga US$ 1.210 per troy ounce, dia pun memprediksi harga emas terus menguat hingga akhir tahun, bisa mendekati US$ 1.300 per troy ounce.  Selain itu, lanjut Stephanus, komoditas lainnya juga diprediksi menguat, yaitu olein, kopi, dan nikel. Juga olahan perkebunan, masih menarik minat. “Terlebih kopi Indonesia masih sangat diminati dunia, terutama pasar AS, Israel, dan Eropa,” ungkapnya.

Secara umum, kata Stephanus, harga komoditas tahun ini lebih baik dari 2016. “Bahwa harga komoditas berfluktuatif, itu merupakan hal yang wajar, sebagai cerminan bahwa market tetap hidup,” tegasnya.

Sementara itu Fadhil Hasan menyatakan, harga CPO tahun ini relatif lebih baik. Tren penguatan didorong kenaikan permintaan CPO Indonesia oleh sejumlah negara, seperti India, Bangladesh, dan Pakistan. Secara rata-rata, harga CPO tahun ini mencapai US$ 700 per ton. “Sedangkan harga CPO tahun depan sulit prediksi, karena pasar sangat dinamis. Apalagi ada saingan minyak nabati lain yang lebih murah,” kata dia. (Editor: Maria L. Martens)

emas batang investasi astaga wanita