Indonesia Masih Prospektif di Sektor Perhotelan

Kemajuan pariwisata berbanding linear dengan arus wisatawan baik dalam dan luar negeri. Indonesia masih dianggap prospektif dalam mengundang para pelancong asing maupun domestik, lantaran sektor pariwisatanya yang tumbuh optimal. Hal ini pun berdampak den

Kementerian Pariwisata memprediksi pertumbuhan jumlah akomodasi hotel di Indonesia mencapai 8% pada 2019. Sedangkan pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan naik tajam menjadi 17,6% pada periode yang sama.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terus tumbuh tiap tahun yang dibarengi dengan populasi Indonesia yang besar, menjadi daya taris tersendiri bagi pelaku bisnis perhotelan.

Pariwisata merupakan salah satu industri terbesar dan tercepat perkembangannya di dunia. Sektor ini memberikan kontribusi yang besar untuk perkembangan ekonomi, pengurangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja dan berbagai dampak positif lainnya (ekonomi, sosial, politik, dan budaya). Kepariwisataan nasional Indonesia tahun 2015 secara makro menunjukkan perkembangan dan kontribusi yang terus meningkat dan semakin signifikan terhadap PDB nasional sebesar 4,23% atau senilai Rp. 461,36 triliun, dengan peningkatan devisa yang dihasilkan mencapai US$ 11,9 milyar dan tenaga kerja sebanyak 12,16 juta orang.

Selain itu, peningkatan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 10,4 juta dan wisatawan nusantara sebanyak 255,20 juta perjalanan. Sektor ini secara signifikan memberi dampak positif dan riil bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Kementerian Pariwisata menetapkan sektor pariwisata menjadi core business ekonomi nasional dalam hal pendapatan ekspor, pencipta lapangan pekerjaan, pengembangan perusahaan dan pembangunan infrastruktur daerah.

Begitu vitalnya peran sektor pariwisata menuntut seluruh pihak atau stakeholders untuk mengembangkan sektor ini secara berkelanjutan (sustainable). Selain peran penting dan dampak positif yang dihasilkan oleh sektor pariwisata, sektor ini juga membawa dampak negatif pada destinasi. Apabila tidak dikelola dengan prinsip berkelanjutan maka sektor pariwisata dapat berdampak negatif bagi masyarakat lokal, lingkungan alam, dan ekonomi.

Untuk itu, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan serta perlu mendapat perhatian penuh dan mendesak untuk segera dilakukan dengan usaha-usaha yang kongkrit. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir investasi properti