Hunian dengan Konsep TOD, Jadi Prioritas Pemerintah

Ke depan, bakal dibangun hunian yang berada di sekitar stasiun-stasiun milik PT KAI.

Ke depan, bakal dibangun hunian yang berada di sekitar stasiun-stasiun milik PT KAI. Lokasi target yang dibidik berjumlah 50 stasiun. Masyarakat pun, mulai berminat melihat adanya peluang ini. 

Perum Perumahan mulai membangun perumahan dengan konsep hunian terintegrasi moda transportasi massal ((TOD) di kawasan Stasiun Tanjung Barat-Jakarta Selatan. Proyek TOD pertama di Indonesia yang merupakan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) itu diharapkan akan selesai dalam dua tahun.

Direktur Utama Perumnas, Bambang Triwibowo, mengatakan perumahan TOD Tanjung Barat untuk masyarakat yang berpengahasilan Rp 7 juta. Namun akan juga disediakan areal komersial dan daerah terbuka hijau. “Pembangunannya dibiayai oleh perbankan dengan bunga khusus,” kata Bambang.

Masyarakat yang tinggal di perumahan ini bisa menghemat biaya transportasi, waktu , dan tenaga. “Dari Tanjung Barat ke Sudirman hanya butuh waktu 30 menit dengan biaya hanya Rp 3.000. Adapun ke Pondok Cina, Depok hanya 15 menit dengan tarif Rp 1.500,” ungkap Bambang.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan pembangunan TOD ini akan dilakukan di banyak stasiun milik KAI. “Setelah TOD Tanjung Barat, segera dibangun TOD di Pondok Cina. Lalu di stasiun-stasiun lainnya. Kami memiliki 50 stasiun di Jabodetabek,” ungkap Edi.

Perumahan dengan mengedepankan konsep TOD akan membantu masyarakat yang jumlahnya terus bertambah. “Saat ini pengguna kereta JABODETABEK mencapai 900.000 orang per hari. Bahkan sering mencapai 1.065.000 orang per hari. Dengan adanya hunian ini, para penumpang akan lebih efisien waktu dan biaya,” lanjut Edi. (Editor: Maria L. Martens)

Himbara Targetkan 10 Juta Keluarga

Himpunan Bank-Bank Milik Negara atau Himbara menargetkan penyaluran bantuan sosial secara nominal sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan alias KPM-PKH pada Februari 2018 mendatang.

Saat ini jumlah KPM PKH yang menerima bantuan sosial nontunai yang disalurkan Himbara ada 6 juta. Sedangkan penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) sekitar 1,2 juta keluarga. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara elektronik guna menjamin tepat jumlah, waktu, dan sasaran.

Jumlah agen penyalur bansos nontunai yang dinaungi bank pelat merah ini berjumlah 193.000. Mereka tersebar di berbagai wilayah dengan tujuan agar lebih mendekatkan diri kepada penerima manfaat bantuan sosial.

Penyaluran bansos nontunai oleh Himbara berjalan sejak 2016. Sasarannya adalah keluarga penerima manfaat PKH dan BPNT. Program bansos ini dipayungi Perpres No. 63/2017 yang mengamanatkan Himbara untuk bertugas sebagai penalur. 

E-Warong dan agen Rumah Pangan Kita, adalah pihak yang dilibatkan Bank Mandiri dalam penyaluran bansos untuk 20.000 agen. Setiap agen akan melayani sekitar 300 KPM PKH.

Direktur Kelembagaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK. Sis Apik Wijayanto menuturkan realisasi penyaluran bansos nontunai masih sesuai target. Dari total sekitar 6 juta KPM PKH yang disalurkan Himbaran, porsi BRI sekitar 2,2 juta. (Editor: Maria L. Martens)

KAI properti investasi