Daya Beli Konsumen di Bisnis Properti, Masih Tinggi

Ginandjar mengaku, saat ini, pemerintah tengah gencar menarik investasi ke Indonesia

Sepanjang pekan lalu, pengamat properti menilai daya beli masyarakat terhadap investasi properti masih positif. Ginanjar, misalnya, pakar properti ini menanggapi gairah konsumen dalam merespon informasi-informasi seputar lahan properti terbaru. 

Sebut misalnya, yang tengah booming, Meikarta. Menurutnya, banyak konsumen yang telah melakukan pemesanan secara online. Sementara itu, ada tujuh bank yang terlibat dalam proyek ini, di antaranya bank-bank milik negara dan bank-bank terbesar di Indonesia.

Melihat antusiasme ini, ia menyimpulkan bahwa, daya beli ada, bukannya tidak ada, tapi masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya dan lebih memilih menginvestasikannya untuk masa depan. Kesimpulan lainnya, kebutuhan atau keinginan masyarakat untuk memiliki rumah besar. Ketiga, sebagai kesimpulan, tidak betul jika ada gambaran pes-imisme terhadap perekonomian Indonesia.

Ginandjar mengaku, saat ini, pemerintah  tengah gencar menarik investasi ke Indonesia banyak tim dikirim ke berbagai negara untuk mempromosikan iklim dan kemudahan investasi di Indonesia. Berbagai aturan juga diperlonggar, insentif diberikan, bahkan pemerintah mengeluarkan dana besar untuk prasarana agar para investor makin tertarik dan keekonomian investasinya ditingkatkan.

Meikarta membangun jutaan rumah buat rakyat. Ratusan ribu rumah untuk rakyat dalam proyek ini dibangun oleh swasta, tanpa sedikit pun membebani anggaran negara. Sementara itu, untuk membangun banyak proyek perumahan lewat Perumnas, pemerintah mesti menyediakan anggaran negara yang cukup besar. (Editor: Maria L. Martens)

investasi properti