Cara Tepat Menetapkan Tujuan Keuangan Keluarga

Proses perencanaan keuangan yang baik terdiri dari tahapan identifikasi kebutuhan, perumusan strategi, implementasi dan evaluasi. Dalam proses implementasi dari pengelolaan keuangan, seseorang akan membutuhkan bantuan dari lembaga keuangan, tak terkecuali

Proses perencanaan keuangan yang baik terdiri dari tahapan identifikasi kebutuhan, perumusan strategi, implementasi dan evaluasi. Dalam proses implementasi dari pengelolaan keuangan, seseorang akan membutuhkan bantuan dari lembaga keuangan, tak terkecuali bank. 

Untuk mencapai berbagai tujuan keuangan dalam keluarga, tabungan dibutuhkan untuk menyimpan aset, fasilitas pinjmanan dibutuhkan untuk mempercepat pembelian aset, serta beberapa layanan perbankan lain yang dapat membantu transaksi keuangan sehari-hari. 

Dalam berinvestasi sebaiknya kita menentukan terlebih dahulu tujuannya. Investasi adalah kegiatan untuk mengembangkan harta kekayaan termasuk uang, maka tujuan investasi bisa disebut juga tujuan keuangan. Tujuan keuangan adalah tujuan yang membutuhkan sejumlah uang untuk mewujudkannya.

Beberapa hal sebagai panduan dalam menetapkan tujuan keuangan. Pertama, spesifik. Suatu tujuan keuangan sebaiknya dibuat secara tertulis, terukur dan mempunyai jangka waktu. Misalnya, “saya ingin dalam waktu 12 bulan ke depan bisa menaikan jumlah setoran tabungan rutin menjadi 10% dari penghasilan per bulan.”

Kedua, realistis. Kita sendirilah yang tahu pola pembelanjaan, mana yang harus dibeli dan mana yang  senang juga kalau bisa dibeli. Saya tidak akan mendorong secara membabi buta melakukan penghematan secara drastis atau memaksakan diri menabungkan sebagian besar penghasilan untuk mencapai tujuan keuangan. Seperti orang yang sedang berdiet bisa saja dilakukan dengan cepat, tapi biasanya akan cepat bosan dan untuk menghibur diri atas penurunan berat badan itu, menghadiahi diri dengan coklat dan es krim.

Ketiga, Beritahu orang lain, terutama orang dekat. Kebanyakan orang sangat bersemangat saat membuat rencana, tetapi seringkali gagal dalam pelaksanaan. Resep yang satu ini cukup manjur untuk dicoba, yaitu dengan memberitahu orang lain tentang tujuan keuangan dan bagaimana rencana untuk mencapainya. Mintalah orang tersebut mengingatkan kita kapan saja dia melihat indikasi kita akan menyimpang dari rencana. Sebagai contoh orang yang ingin berhenti merokok, bisa memberitahukan orang lain yang cukup dekat dengannya mengenai rencananya. Sehingga temannya berfungsi sebagai pengingat kapanpun si perokok mulai menyimpang dari rencananya. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita keuangan bank