Bijak Memilih Uang Virtual

Transaksi jual beli di Internet belakangan ini memang telah berkembang dengan begitu pesat. Tidak hanya dalam proses transaksinya yang semakin beragam, kini juga telah muncul sebuah mata uang virtual Farad Cryptoken.

Metode ini dilirik sebagai wahana investasi baru oleh kaum milenial Indonesia. Pada tanggal 31 hingga 1 Agustus 2017, mulai digelar penawaran perdana investasi tersebut.

Farad Cryptoken atau FRD adalah alat tukar untuk membeli hak atas produksi Ultra-Capacitor Cells (UCC) yang disebut dengan milifarad (mF). Setiap 1 FRD setara dengan 1mF, atau senilai dengan US$,125. Dengan memperhitungkan nilai tukar rupiah Rp 13.300 per US$1, maka 1 RFD setara dengan sekitar Rp 1.662.

Bagaimana legalitas penggunaannya? Menurut Bank Indonesia (BI), mata uang Farad dalam bentuk koin ataupun lainnya adalah ilegal. Sesuai UU tentang mata uang, lembaga yang dapat melakukan penghmpunan dana baik rupiah maupun valuta asing hanyalah lembaga keuangan yang sudah ditetapkan.

Demikian pula, jual beli mata uang selain mata uang rupiah harus dilakukan melalui money changer atau penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVABB). Mata uang lain selain valas resmi yang diterbitkan oleh negara, seperti crytocurrency, dinilai tidak sah digunakan untuk bertransaksi ataupun diberlakukan sebagai instrumen investasi.

Pilihan investasi memang beragam dan terkadang membingungkan. Namun sebelum berinvestasi, harus dipastikan bahwa konsumen memahami betul potensi dan resikonya. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir investasi uang virtual keuangan