Menyesal Bercerai dengan Gading, Gisel: Keputusan Salah yang Aku Ambil

Perpisahan dalam rumah tangga menjadi pengalaman yang cukup berharga bagi Gisella Anastasia. Perceraiannya dengan Gading Marten pada 2019 lalu, memberinya banyak pelajaran di masa kini.

Perempuan yang akrab disapa Gisel ini menyatakan, keputusannya dalam bercerai saat itu merupakan hal yang salah. Sebab menurutnya, dia hanya mengutamakan egonya sendiri.

Hal itu diungkapkannya kala bercengkerama dengan presenter Daniel Mananta. Dalam video yang diunggah pada kanal YouTube Daniel Mananta Network tersebut, Gisel mengungkapkan isi hatinya perihal perceraian.

"Berdasarkan pengalaman aku kemarin, jelas-jelas kayak aku bercerai kemarin itu kan keputusan salah yang aku ambil," kata Gisel.

"Mengonfirmasi sendiri dengan pengetahuan aku, ego, segala macam," ujarnya.

Ibu dari Gempita Nora Marten ini mengungkapkan, kala itu sempat terjadi gejolak dalam pikirannya. Dia pun sempat berpikir tak mau berakhir seperti kedua orangtuanya yang mempertahankan rumah tangga demi dirinya.

"Dulu aku sempat mikirnya juga gitu, nge-twistnya. Aduh, ini ada masalah di rumah tanggaku, nih. Aku nggak mau ah end up kayak orangtuaku yang harus bertahan demi aku," kata Gisel.

Bahkan, Gisel merasa kala itu iblis sedang memengaruhi pikirannya untuk mengambil keputusan yang tak tepat. Hingga akhirnya, Gisel berpikir bahwa berpisah dengan Gading adalah solusi yang paling baik untuk dilakukan.

"Tapi, nge-twist-nya iblis memang pintar banget, sih. Di-twist otak aku seakan-akan, 'Udah lah pisah aja'," ujarnya.

"Lo ngapain berkorban buat semuanya, seumur hidup lo. Come on, lo masih bisa tahu mendapatkan kebahagiaan, you deserve to be happy, ih itu selalu banget," kata Gisel menirukan suara hatinya setahun yang lalu.

Gisel merasakan bahwa dirinya saat itu bak dipengaruhi iblis untuk terus hanya memikirkan kebahagiannya sendiri. Hal itu kemudian sangat disesalinya kini.

"Kalau ikutan kelas pilates habis itu kan ada savasana. Bukan nyalahin savasananya, tapi waktu itu iblis pakai itu juga di kepalaku. 'Kamu berhak hidup bahagia, tubuhmu, hatimu'," ujar Gisel.

Menurutnya, tak seharusnya dia bersikap seperti itu. Dia menyeselkan kalimat-kalimat tersebut yang akhirnya menjadi sebuah konfirmasi bagi dirinya sendiri saat memutuskan untuk bercerai.

"Kalau sekarang dipikirin, itu kenapa kalimat itu jadi konfirmasi (cerai) buat gue? Harusnya enggak begitu," katanya.