Kota-kota Besar Dunia Tak Gelar Perayaan Tahun Baru

Pesta Perayaan Tahun Baru 2021 tidak akan seperti perayaan di tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang masih melanda membuat kota-kota besar di dunia tidak akan menggelar perayaan di tempat-tempat umum akibat penerapan protokol kesehatan.

New York

Times Square di New York, Amerika Serikat tidak akan ada pesta, tidak ada klub yang buka, dan tidak ada orang-orang yang berpelukan saat tahun baru tiba. Namun bola kristal masih akan tetap turun dari One Times Square, confetti atau guntingan kertas warna-warni akan tetap akan jatuh dari ketinggian dan lagu “Auld Lang Syne” tetap diputar, meski tanpa orang-orang yang merayakan.

“Banyak ciri khas tradisi Malam Tahun Baru Times Square akan hadir,” kata TJ Witham, juru bicara The Times Square Alliance, sebuah organisasi lingkungan nirlaba yang membantu mengatur pesta malam itu kepada New York Times.

“Meski begitu, acara tersebut akan dipentaskan khusus untuk pemirsa televisi dan streaming daring , dan orang yang bersuka ria tidak akan hadir di Times Square,” lanjutnya.

London

Inggris saat ini menjadi negara yang sedang  dihindari untuk didatangi, dan pemerintah beberapa negara melarang wisatawan Inggris untuk datang, lantaran munculnya strain baru virus SARS-CoV-2 yang sangat menular. Wali Kota London Sadiq Khan, telah mengumumkan masyarakat tetap tinggal di rumah dan melarang perayaan di tempat umum.

Pemerintah kota telah membatalkan pertunjukkan tahunan pesta kembang api di Sungai Thames yang membelah kota itu. Pertunjukan kembang api tahunan telah dibatalkan sejak lama.

Paris

Sementara Prancis telah menerapkan jam malam sejak lama. Setelah jam 20:00 orang-orang dilarang untuk berkeluyuran di luar rumah. Pada tahun baru ini jam malam tetap berlaku.

Jam malam membuat masyarakat tidak bisa keluar rumah untuk merayakan tahun baru di menara Eiffel. Konpensasinya publik akan dihibur dengan konser music virtual dari katerdral Notre Dame yang bisa disaksikan dari TV atau internet.

Tokyo

Ibu kota Jepang ini tidak akan menyelenggarakan pesta pergantian tahun. Transportasi kereta komuter di kota ini dibatasi jam operasinya agar mobilitas masyarakat terbatas.

Biasanya pada malam pergantian tahun masyarakt berkumpul di persimpangan Shibuya. Orang-orang juga melepaskan melepaskan balon selain menyalakan kembang api.

Sebagai gantinya pemerintah kota Tokyo mengadakan acara hitung mundur (count down), dan juga mengadakan konser virtual sebagai pengantai acara tahunan di luar ruangan.

Hongkong

Masyarakat Tiongkok yang memiliki tradisi menyalakan kembang api di tahun baru kali ini harus bersabar. Pemerintah Hongkong telah melarang pesta kembang api di Pelabuhan Victoria. Bahkan larangan ini juga akan berlaku pada Tahun Baru Imlek pada Februari 2021, karena khawaitir akan menimbulkan gelombang pandemi Covid-19.

Tidak adanya perayaan pesta malam tahun baru 2021 menjadikan warga Hongkong dua berturut-turut melewatkan perayaan tahun baru yang biasanya meriah. Pada parade Tahun Baru Imlek 2020 kemeriahan pesta tidak tampak karena terjadi protes anti-pemerintah.

Singapura

Pesta meriah yang menjadi andalah negeri Singa dalam menarik wisatawan. Namun kali ini di Marina Bay tidak akan dapat dilihat secara langsung tahun ini. Warga Singapura masih dapat melihatnya di 11 lokasi lain yang lebih kecil.

Pertunjukan-pertunjukan kembang api akan disiarkan melakukan akun media sosial. Penonton dapat melihat pesta kembang api di beberapa titik lokasi melalui media sosial seperti Facebook.

Rio de Janeiro

Brasil menjadi negara dengan angka positif Covid-19 tertinggi. Per 28 Desember 2020 jumlah angka apositif mencapai 7,48 juta. Tidak heran negeri Samba ini melarang perayaan pesta tahun baru di tempat umum.

Padahal di Rio de Janeiro tepatnya di panai Copacabana, menjadi pusta kemeriahan malam pergantian tahun. Jutaan orang setiap tahun hadir di pantai tropis ini.