Review Film: The Babysitter Killer Queen, Semakin Gore dan Jenaka

Bagi penggemar film horor komedi ada kelanjutan dari film The Babysitter (2017) di Netflix. Dibintangi Judah Lewis, Emily Alyn Lind, dan Jenna Ortega. Seperti apa filmnya? Yuk simak review film-nya!

Sinopsis film The Babysitter Killer Queen

Berset dua tahun setelah kejadian di film The Babysitter (2017), Cole (Judah Lewis) memasuki masa SMA. Kehidupan SMA-nya pun terasa berat karena dia dikenal sebagai orang yang tidak waras. Itu dikarenakan tidak ada yang percaya kepadanya tentang kejadian di mana pengasuhnya Bee, mencoba membunuhnya di malam itu.

Teman satu-satuya Cole adalah Melanie (Emily Alyn Lind), teman semasa kecil dan juga tetangganya selalu mendukung Cole di masa sulitnya.  Cole selalu was-was di sekolah dan muncul anak baru bernama Phoebe.

Suatu hari Cole menemukan brosur sekolah kejiwaan di rumahnya dan berpikir orang tuanya akan memasukkannya ke sana. Cole pun tetap pada pendiriannya bahwa segala kejadian di malam tersebut adalah nyata bukan karangannya.

Menghindar dari orang tuanya, Cole pun diajak kabur ke pesta di danau bersama Melanie dan teman-temannya.  Berharap bisa melupakan kepenatannya, mereka pun pergi ke sebuah lake house. Sungguh terkejut, teman-teman Bee yang sudah mati muncul kembali di rumah tersebut. Phoebe yang tidak sengaja muncul di rumah tersebut dan ikut diburu.

Berhasilkah Cole dan Phoebe, kabur dari Sonya, Allison, Max, and John ?

Film The Babysitter Killer Queen masih disutradarai oleh McG dan tampil menyenangkan seperti film pertamanya. Menggabungkan semua genre, kalian bisa menyaksikan romansa remaja, horor, thriller, komikal, dan yang paling mencolok tentu adegan gore. Kamu akan dibanjiri darah namun dengan gaya jenaka. Tetap saja bagi yang tidak nyaman bisa menutup mata.

Kisah Cole yang menderita sungguh ditampilkan dengan jenaka, di mana adegan dirinya terkena bola basket tidak cukup sekali namun dua kali. Di film ini pengembangan karakter Cole dibuat secara perlahan, di awal film ia masih insecure seperti dahulum namun menuju akhir dia mulai tegas dan tahu apa yang harus dilakukannya. Karakter Cole diperankan apik oleh Judah Lewis.

Masih menggunakan formula sama seperti film pertamanya, perburuan Cole yang dijadikan tumbal untuk setan karena dia polos. Kita melihat kembali geng pembunuh; Robbie Amell sebagi Max, Andrew Bachelor sebagai John, Hana Mae Lee sebagai Sonya, dan Bella Thorne sebagai Allison. Mereka semakin kompak dan jenaka!

Semakin Gore dan Jenaka

Max yang hobi shirtless, Allison yang centil, Sonya yang gotik, dan John yang suka melawak. Di film ini kita diberikan masa lalu mereka mengapa terjebak dalam sekte bersama Bee. Adegan kejar-kejaran Cole sungguh menghibur, masing-masing dari mereka bernostalgia dengan Cole. Adegan gore pun menyelimuti mereka semua, jadi siap-siap terkejut sekaligus tertawa karena tingkah konyol.

Jalan cerita untuk sekuel ini tidak tertebak dan penonton diajak menerka-nerka siapa yang membawa mereka semua kembali. Untuk pertanyaan mengapa judulnya Killer Queen, kalian akan menemukannya di akhir film. Plus ada kejutan tak terduga, jadi nonton trailernya sekali saja supaya seru saat menonton film ini.

Film The Babysitter Killer Queen merupakan sekuel yg menyenangkan. Ritual kembali menghantui Cole, alur cerita yang  tak terduga dan banjir adegan gore yang jenaka. Para cast pun semakin apik dan kocak, paling ikonik tentu geng pemburu original.

Bagi yang bingung dan penasaran dengan insiden Cole, kalian bisa menonton film pertamanya The Babysitter (2017) yang tersedia di Netflix.  Film The Babysitter Killer Queen ini tayang di Netflix mulai 10 September 2020.