Kesalahan yang menghancurkan Reputasi Anda di Lingkungan Kerja

Dimanapun kita berada, kita harus menjaga etika ?

Termasuk di lingkungan kerja. Namun banyak pekerja yang ingin menjaga perilaku tapi tanpa disadari justru sering melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang justru akan menghancurkan reputasinya.

Dr. Travis Bradberry, President at Tameng Smart mengatakan, “Tak peduli seberapapun berbakatnya anda, atau apapun yang anda capai, beberapa perilaku bisa langsung mengubah cara pandang orang lain terhadap diri anda dan akan selamanya memberi cap negatif pada anda,” kata Bradberry.

Apa saja kesalahan-kesalahan itu? Coba perhatikan yang berikut:

Menikam dari belakang

Hal ini adalah sumber perselisihan besar di tempat kerja. Menurut Bradberry, salah satu bentuk pengkhianatan yang sering terjadi adalah melampaui jenjang hirarki untuk menyelesaikan masalah. Secara umum orang melakukan ini dalam upaya menghindari konflik, tapi akhirnya malah menciptakan konflik lebih besar ketika sang korban merasakan akibatnya.

Bergosip

Orang-orang memperburuk diri mereka sendiri ketika mereka larut dalam gosip tentang orang lain. katanya, “Terlibat dalam percakapan tentang keburukan atau kesialan orang lain bisa berakhir dengan menyakiti hati orang-orang itu apabila gosip itu sampai ke mereka, tapi yang jelas, bergosip itu membuat anda terlihat negatif dan pendendam”

Mengatakan anda membenci pekerjaan anda

Tanpa sadar anda mengatakan tidak menyukai pekerjaan anda kepada banyak orang. Melakukan itu akan membuat anda dicap sebagai seorang yang negatif dan menurunkan semangat kerja kelompok. Kata Bradberry, "Atasan biasanya cepat menangkap orang yang selalu enggan dan membuat kemerosotan semangat kerja, dan seorang pemimpin tahu siapa orang yang antusias di kantor itu".

Berbohong

Sebagian orang berbohong dengan alasan demi kebaikan. Padahal banyak orang berbohong untuk melindungi diri sendiri. Lama-lama kebohongan itu cenderung membesar dan menyebar hingga akhirnya ketahuan, "Sekali orang-orang tahu anda berbohong, tak ada jalan kembali untuk menariknya,” kata Bradberry.

Clinton Buelter, wirausahawan, pendiri HardTofill.com mengatakan, belajar dari kesalahan sebetulnya mudah. Ia memberi solusi seperti berikut:

Membuka diri

Berhentilah menghabiskan 80% waktu anda untuk memikirkan tentang bagaimana seseorang akan menerima anda. Berhentilah menjadi seorang yang skeptis dan pesimis,” katanya. Penting untuk tetap berpikiran terbuka, tak peduli apapun karier anda. “Perhitungkan siapa yang ingin anda tolong dan bangun jejaring di sekitar anda. Buat diri anda bisa diakses oleh mereka.”

Bersikap santai

Bersikap formil dan basa basi memang perlu. Tapi tentu hanya di saat dan kondisi tertentu. Hilangkan itu dari percakapan, email dan kehidupan sehari-hari anda. Ketika anda mengirim pesan kepada teman dan anggota keluarga, anda tak ingin kedengaran seperti perusahaan, bukan? Gunakan bahasa yang santai dalam pesan anda dan mereka akan menanggapi. Itu bahasa yang membuat orang bisa terhubung dengan anda.”

Tinggalkan meja anda

Amat mudah menjadi stres dan frustrasi di pekerjaan. Anda duduk di kursi Anda, sementara stres dan frustrasi menggerogoti anda. Anda kehilangan perspektiif yang lebih luas setiap menitnya,” katanya. “Jadwalkan untuk berhenti. Lalu berdirilah dan tinggalkan meja Anda. Tapi jangan bersantai-santai terlalu lama. Tetaplah fokus dan buatlah waktu anda berharga.

Intinya adalah bagaimana anda bersikap terhadap siapapun di lingkungan kerja. Jaga perilaku dan bersikap sewajarnya. Karena sukses tidak hanya ditentukan oleh kepintaran dan keahlian anda semata, melainkan bagaimana anda mengelola emosi dan menjaga hubungan baik dengan semua. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita wanita karir reputasi kesehatan lingkungan kerja