Kiprah Asuransi Plat Merah Hingga Regional

Data yang diungkap Badan Pusat Statistik Tahun 2017, menyebutkan bahwa industri jasa keuangan tumbuh 8,9%, dan menjadi salah satu yang tertinggi diantara sektor-sektor lainnya.

Data yang diungkap Badan Pusat Statistik Tahun 2017,menyebutkan bahwa industri jasa keuangan tumbuh 8,9%, dan menjadi salah satu yang tertinggi diantara sektor-sektor lainnya. Sebagai salah satu pilar perekenomian nasional, asuransi yang notabene termasuk dalam industri jasa keuangan,  memainkan peran penting dalam memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

Termaktub didalamnya, kekuatan sebuah perusahaan asuransi dengan dukungan dari reasuransi. Secara sederhana, reasuransi adalah perusahaan yang mengasuransikan perusahaan asuransi. Reasuransi memilikiperan fundamental. Sehingga apabila sebuah perusahaan asuransi tidak mereasuransikan premi mereka, maka perusahaan asuransi tersebut berpotensi bangkrut karena besarnya risiko beban klaim.

Berbicara mengenai hal itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Julian Noor mengatakan, perusahaan asuransiharus menyebarkan risiko (spreading of risk) yang tidak mampu diembannya sendiri (own retention). Sehingga menurutnya, reasuransi menjadi kebutuhan bagi perusahaan asuransi untuk menyebarkan risiko.

Pemerintah juga mendorong industri asuransi dalam negeri untuk terus meningkatkan retensi premi di dalam negeri, salah satunya dengan upaya merger ReINDO dan Indonesia Re, guna memperkuat kapabilitas dan permodalan reasuransi dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia Re melakukan transfer portfolio bisnis reasuransi konvensional ReINDO atau merger verticalReINDO yang merupakan anak perusahaan RUI ke dalam Indonesia Re.

Indonesia Re merupakan hasil transformasi dariAsuransi Ekspor Indonesia ( ASEI ) yang oleh pemerintah dijadikan holdin gcompany perusahaan reasuransi nasional dan berganti nama menjadi PT Asei Reasuransi Indonesia (Asei Re). Kemudian, Asei Re bertransformasi dengan perubahan nama menjadi PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re).

Seiring dengan transformasi tersebut, Indonesia Remelakukan spin off lini bisnis langsung asuransi dengan mendirikan anak perusahaan PT Asuransi Asei Indonesia (Asuransi Asei) yang merupakan perusahaan asuransi kerugian dan penjaminan kredit.

Pembentukan induk usaha reasuransi nasional  inimerupakan kebijakan pemerintah untuk mengatasi defisit reasuransi nasional.Dengan adanya perusahaan reasuransi nasional yang besar dan kuat , diharapkan akan mengurangi capital outflow premi reasuransi yang saat ini nilainya mencapai lebih dari 20 triliun pertahun.

Sejak itu pun, Indonesia Re akan mengkonsolidasikanl ini lini bisnisnya dan meningkatkan pelayanan reasuransi kepada pelanggannya, sehingga mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan. Indonesia Re berkomitmen untuk meningkatkan kinerja, pengembangan teknologi informasi sehingga kualitas pelayanan kepada para nasabah menjadi lebih baik .

Lebih lanjut, Julian juga menekankan, dengan mergernya dua reasuransi pelat merah tersebut diharapkan dapat menekan laju premi ke luar negeri, sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonominasional. "Selain itujuga diharapkan hadirnya merger reasuransi Indonesia, Indonesia dapat menjadi salah satu pemain terdepan di industri reasuransi di tingkat regional,"tambah Julian. Hal itudibuktikan dengan upaya perusahaan reasuransi ini  melebarkan sayap hingga ke tingkat regionalyakni Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. 

Dalam kunjungannnya beberapa waktu lalu, Indonesia Re berhasil menyegel kerjasama bisnis dengan sejumlah perusahaan asuransi dan reasuransi terkemuka di masing-masing negara seperti: Labuan Re dan MalaysianRe (Malaysia); Vietin Bank Insurance dan Vina Re (Vietnam); Thai Re (Thailand); dan Malayan Insurance (Filipina). Salah satu kerjasama yang dibangun adalah reciprocal business atau kerjasama dua arah dalam hal penanaman premi.

Direktur Utama Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane mengatakan, salah satu tugas utama Indonesia Re adalah untuk mengurangi arus premi ke luar negeri. Oleh karenaitu, dibutuhkan upaya untuk membangun market positioning Indonesia Re di pasar internasional, khususnya tingkat regional. Tak terbatas pada penjajakan kerjasama bisnis, pertemuan Indonesia Re dengan sejumlah perusahaan tersebut menjadi momentum tepat untuk bertukar informasi dan tren terkini seputar industri asuransi dan reasuransi di masing-masing negara. Untuk tahun 2017 ini, Indonesia Re menargetkan total premi sebesar Rp. 100 miliar.

Di Indonesia sendiri, salah satu perusahaan asuransi yang peduli terhadap pesertanya, khususnya perempuan adalah AXA Mandiri. Perusahaan asuransi ini,berupaya meningkatkan kompetensi 200 tenaga pendidik Pendidikan Anak UsiaDini (PAUD) Perempuan melalui pelatihan teknik pengajaran dan literasi keuangan. Upaya ini sebagai bentuk komitmen AXA Mandiri dan AXA untuk mendorong kemajuan perempuan serta meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, melalui program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri. Program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri juga menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Himpunan Pendidik danTenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)

asuransi keuangan wanita karir astaga wanita usaha bisnis