Asuransi Berpeluang Tumbuh Lebih Baik dari Perbankan

Industri asuransi di Indonesia dianggap berpeluang tumbuh lebih baik dari perbankan.

Industri asuransi di Indonesia dianggap berpeluang tumbuh lebih baik dari perbankan. Tingkat penetrasi yang masih rendah, meningkatnya kesadaran publik, serta naiknya level pendidikan dianggap menjadi faktor yang akan memberi ruang tumbuh bagi industri asuransi di Indonesia.

Dalam catatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), saat ini, tingkat penetrasi asuransi sekitar 7,5-8 persen dari total jumlah penduduk Indonesia, yang mencapai lebih dari 255 juta jiwa. Angka itu terbilang kecil jika dibanding negara lain. Karena itu, para pelaku industri, AAJI, dan regulator perlu terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi. Masih banyak regulasi yang harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat.

Misalnya, aturan tentang sertifikat polis yang masih harus dikirim secara fisik serta keharusan adanya tanda tangan dengan tinta basah di atas polis, yang saat ini terasa kurang relevan. Di masa lalu, kata dia, semua aturan itu penting untuk melakukan verifikasi sebagai bagian dari prinsip prudensialitas. Namun, dengan begitu banyaknya kemajuan teknologi saat ini, proses verifikasi bisa dilakukan lewat berbagai cara, seperti pemindaian barcode,aplikasi password, dan cara lain yang tak mengharuskan adanya dokumen fisik yang diantar.

Selain regulasi yang harus aman dan memudahkan bagi masyarakat untuk menjangkau, faktor pendidikan dan kultur juga memegang peran penting. Semakin baik level edukasi masyarakat, kata dia, semakin tinggi kesadaran publik atas pentingnya jaminan asuransi. 

Dengan maksud mendukung edukasi itu pula, Tokio Marine Life, yang beroperasi di Indonesia sejak 2012, meluncurkan video serial dengan tajuk #kitaSIAP #JemputBahagia episode pertama.Isinya, mengajak masyarakat Indonesia lebih bijaksana menentukan pilihan. Mulai hal yang paling kecil hingga bertanggungjawab atas setiap pilihan yang diambil.(Editor: Maria L. Martens)

perbankan asuransi industri