Resor Pulau Pribadi yang Ramah Lingkungan

Sebagian pecinta wisata kini mengalihkan tujuan wisatanya tidak lagi pada spot-spot padat wisatawan seperti kota-kota di Eropa. Daerah-daerah yang memiliki tempat wisata terbatas, seperti resor dan pulau pribadi jadi pilihan.

Memang berwisata ke area yang sunyi dan terbatas, demi menghindar atau lari sejenak dari rutinitas  dan  menikmati kesendirian di tengah-tengah keindahan alam kini jadi pilihan sebagaian orang. Namun jika tak ingin benar-benar sendiri walaupun di lingkungan yang sepi, orang tetap bisa menikmati hal tersebut dengan  memesan satu buah villa eksklusif di resor pribadi yang berada di satu pulau. Dengan begini, pengunjung  masih bisa menikmati kesunyian tanpa merasa kesepian. Ada interaksi yang tetap dapat dilakukan dengan beberapa orang di sekitar, seperti petugas resor atau tamu terbatas lainnya.

Salah satu area wisata yang terkenal dengan pulau-pulau pribadinya adalah Maldives atau Maladewa. Republik Maladewa atau Maldives adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia. Maladewa terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 kilometer sebelah barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota. Maladewa merupakan negara dengan populasi dan luas wilayah terkecil di kawasan Asia.   Keadaan ekonomi Maladewa bergantung pada dua sektor utama, yaitu pariwisata dan perikanan. Negara ini sangat dikenal memiliki banyak pantai yang indah dan pemandangan bawah laut yang menawan.

Laman Trendhunter.com mengulas Soneva Fushi sebuah resor nyaman yang dibangun untuk menyelamatkan Maladewa. Menyebut Soneva Fushi sebagai resor ramah lingkungan pasti akan menimbulkan pertanyaan. Karena resor mewah modern mana mungkin bisa menyelamatkan keutuhan sebuah pulau. Terletak di pulau pribadi yang jarang tersentuh di Maladewa, eco-hotel ini bertujuan untuk menawarkan fasilitas mewah sambil meminimalkan dampaknya terhadap planet ini.

Ini bukan merupakan pencapaian yang mudah, mengingat fokus Maldewa baru-baru ini pada pariwisata dan pengembangan secara besar-besaran. Ribuan turis datang ke Maldewa setiap tahunnya. Namun pengelola Soneva Fushi menegaskan bahwa keramahan lingkungan ada dalam komitmen perusahaannya dan akan terus berupaya untuk mempertahankan praktik-praktik ekologis.

Sementara banyak resor merusak dan mengubah ekosistem alami sebuah pulau, resor ramah lingkungan ini dibangun dengan kesadaran akan dunia di sekitarnya. Bangunan dan arsitektur dibangun agar pas di antara pohon-pohon, tidak ada pohon yang ditebang sama sekali. Soneva Fushi bahkan membangun teknologi tenaga surya pertama di Maladewa. Resor tersebut saat ini 90 persen dari limbah padatnya, lalu kaca, makanan, hiasan hutan, dan polistiren semuanya diproses pada sistem pirolisis di tempat.

Sistem Pirolisis sendiri adalah dekomposisi termokimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau pereaksi kimia lainnya. Operator eco-resort mewah Soneva telah membuka vila di atas air pertamanya pada April 2020 di Soneva Fushi, resor pulau pribadinya di Baa Atoll, Maladewa. Vila air dengan satu dan dua kamar tidur telah dirancang dengan privasi dimana tamu bisa melihat sebagian besar pemandangan laut secara bebas. Satu kamar tidur seluas 500 meter persegi lebih dan dua kamar tidur seluas 800 meter persegi lebih, dengan kolam renang pribadi, serta seluncuran yang mengarah langsung ke Samudera Hindia. Para tamu memiliki pilihan untuk memilih pemandangan matahari terbit atau terbenam. Vila-vila dibuat dengan bahan-bahan bersumber di pulau seperti kayu apung reklamasi, menampilkan geladak terbuka besar dengan area tempat duduk cekung dan jaring katamaran di atas lautan, serta kamar mandi luar ruangan khas Soneva. Kamar tidur utama memiliki atap yang dapat dibuka, sehingga para tamu dapat melihat bintang dari kenyamanan tempat tidur mereka.

Desain dan pilihan lokasi resor air diambil dengan mempertimbangkan lingkungan yang disediakan di resor untuk menginstalasi ekosistem dan laut Baa Atol. Ini agar tetap tidak rusak oleh konstruksi dan penggunaan selanjutnya serta pemeliharaan vila. Terletak di Cagar Biosfer UNESCO Baa Atoll, Soneva Fushi menawarkan 63 vila pribadi dengan ukuran mulai dari satu hingga sembilan kamar tidur, masing-masing dengan bentangan pantai sendiri, sebagian besar dengan kolam renang pribadi.

Vila-vila ini terletak di antara dedaunan lebat yang dekat dengan terumbu karang yang masih asli. "Kami sangat bangga mengumumkan fase baru yang menarik ini untuk Soneva Fushi," kata Sonu Shivdasani, pendiri dan CEO Soneva. "Ketika kami pertama kali meluncurkan Soneva Fushi pada tahun 1995, kami mendefinisikan kembali pariwisata di Maladewa dengan visi unik kami yang memelopori konsep kemewahan berkelanjutan,” katanya.

“Setelah lebih dari dua dekade di garis depan sektor pariwisata mewah global dan sebagai tujuan utama di Maladewa, kami berusaha untuk berkembang dengan kebutuhan tamu kami yang selalu berubah,” kata Shivdasani. "Meskipun kami akan selalu tetap setia pada semangat yang sangat dicintai dan etos santai dari Soneva Fushi, vila di atas air yang baru akan meningkatkan penawaran kami, memastikan bahwa pengalaman tamu kami lebih berkesan dan istimewa daripada sebelumnya," jelasnya. [Koran Jakarta]