Puri Mataram, Representatif Piknik Keluarga

Bagi keluarga yang mau liburan ke Yogya ada satu destinasi yang bisa jadi pilihan untuk piknik yaitu Puri Mataram. Tempat ini menawarkan aneka wahana permainan.

PURI Mataram berada tidak jauh dari pusat perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Tepatnya di Dusun Drono, Desa Tridadi, Kecamaan Sleman, Kabupaten Sleman. Tempat ini seperti diracanang untuk paket lengkap wisatawan keluarga berlibur sehari.

Perjalanan dari pusat Kota ­Yogyakarta ke Puri Mataram hanya perlu waktu 30 menit. Setelah ­sampai di titik lokasi, pengunjung akan disambut gerbang berwarna putih yang megah dan berkarakter.

Di tengah atas bangunan pintu gerbang berhiaskan gunungan, dua ular naga di kanan kiri, dan dua patung prajurit khas keraton “lombok abang”  di kanan kirinya. Dari pintu gerbang pengunjung diarahkan melawati jembatan bambu panjang membelah sawah. Sayang sekarang tengah direnovasi, sehingga ditutup.

Apa menariknya Puri Mataram? Sebagai tempat rekreasi keluarga Puri Mataram menawarkan anjungan-anjungan menarik. Di sini masuknya tidak dipungut biaya. Tapi pengunjung dikenakan biaya masuk ke wahana. Secara paket, ada yang tiketnya 20.000 rupiah. ­“Selama pandemi tetap lumayan,” kata Rahma, yang berjaga di gerbang masuk, untuk mengetes suhu pengunjung. Menurutnya, lahan ini seluas sekitar 4,5 hektare.

Rekomendasi

“Tempat recommended buat family time. View yang asri dan hijau. Makanannya lumayan enak dengan harga standar. Dan yang paling favorit adalah anak-anak bisa naik bebek kayuh air sambil kasih makan ikan. Seru banget,” ujar pengunjung bernama Dita N dalam laman Puri Mataram.

Puri Mataram memang menawarkan tempat bernuansa alam. Saat menjejakkan kaki, di kiri pintu masuk akan disambut Taman Bunga Puri Mataram. Di sini ditanam bunga jengger ayam (Celosia cristata) dengan warna dominan merah dan kuning. Bunga bertekstur kasar ditanam mengelilingi replika Tugu Yogyakarta berwarna putih dan emas.  Namun banyak juga bunga dari kertas yang warna-warni.

Masih soal tumbuhan, terdapat juga wahana berbayar bernama Taman Kaktus, sebuah tempat berfoto-foto sembari mengagumi tanaman berduri dari wilayah gurun pasir tandus ini. Hati-hati dengan durinya.

Untuk anak-anak tersedia wahana Taman Domba Merino. Di sini anak-anak dapat memegang domba dengan bulu putih bersih, sekaligus memberinya makanan berupar wortel. Wortel disertakan saat membeli tiket terusan. Tapi di dekat pagar juga disediakan kotak kejujuran untuk membayar dan mengambil wortel.

Taman Kelinci juga menjadi arena yang digemari anak-anak. Namun, harus sabar menunggu kelinci keluar sambil memancing dengan wortel karena mereka sering berada di lubang-lubang buatan.

Puri Mataram juga memiliki embung atau danau buatan yang tidak begitu luas. Di sini disediakan becak air atau bebek-bebekan untuk disewa. Untuk naik bebek yang bisa digenjot tersebut dikenakan biaya 15.000 rupiah selama 10 menit. Bebek bias diisi dua orang atau tiga, tapi satu anak kecil.

Di sekitar embung terdapat tanaman bunga teratai yang memperindah perairan. Disediakan banyak spot foto di beberapa titik untuk memuaskan mereka yang penggila selfie.

Wahana Tangkap Ikan jangan sampai dilewatkan. Di sini anak-anak bisa menangkap ikan sekalian berbasah-basahan. Saat menunggu anaknya bermain air, orang tua bisa terapi ikan garra rufa di sebelahnya. Anak-anak jangan lupa membawa baju ganti. Hanya, airnya terlalu tinggi, sehingga tak satu pun ikan tertangkap. Apalagi alat seroknya kecil. Mungkin sengaja biar ikannya utuh.

Pilihan lain yang ditawarkan adalah naik andong atau delman. Pilihan ini cukup tepat untuk menikmati pemadangan Puri Mataram. Tarif naik kuda dan andong, masing-masing dibandeol 25.000 dan 50.000 rupiah.

Puri Mataram yang buka penuh mulai 11 Juli 2020, memiliki jam operasional antara pukul 08.30 - 18.00 WIB.  Khusus untuk restorannya buka hingga pukul 21.00 WIB. Menurut penjaga tiket, Ira, sebelum pandemi sehari jumlah pengunjung bisa 1.000 orang. Sedangkan selama pandemi sekitar 500 orang.